Simpati Dengan Mourinho, Klopp:Ini Konsekuensi Jadi Pelatih Klub Besar

Agenbolakaki.org – Dipecatnya pelatih anyar Manchester United, Jose Mourinho mendapatkan komentar dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Klopp yang merupakan lawan terakhir Mourinho sebelum dipecat udah lebih dulu menyampaikan rasa simpatinya kepada eks pelatih Chelsea tersebut.

Sebagai sesama pelatih yang dituntut dengan tanggung jawab yang sama, Klopp mengaku merasakan apa yang tengah dialami oleh Mourinho. Meski demikian, Klopp mengakui jika dirinya masih tetap menaruh hormat dan respect kepada Mourinho atas seluruh prestasi yang sudah berhasil dicapainya selama melatih.

Menangani salah satu klub raksasa Premier League, Klopp juga mengkui jika sudah menjadi konsekuensi bagi dirinya dan semua pelatih yang menangani klub besar seperti Manchester United sangat rentan terhadap pemutusan kerja sama. Pemecetan Mourinho telah diumumkan secara resmi lewat laman resmi Man United pada hari Selasa 18 Desember 2018.

“Saya yakin Jose (Mourinho) ingin meraih kesuksesan di sana dan saya juga ingin meraih pencapaian yang sama, akan tetapi semuanya mulai berjalan tidak sesuai apa yang diinginkannya. Namun inilah konsekuensi bagi semua pelatih terutama ketika anda menangani klub besar sekelas Manchester United.”kata Klopp.

Pemutusan kerja sama manajemen Manchester United dengan Mourinho kali ini juga turut membuat sosok pelatih asal Portugal menjadi buruan para media mengingat sebelumnya pelatih berusia 55 tahun tersebut juga dipecat oleh klub raksasa Premier League lainnya, Chelsea.

Legenda Sebut Performa Pemain United Tidak Menunjukkan level Tertinggi

Agenbolakaki.org – Manchester United yang baru saja berhasil bangkit dari keterpurukan kembali harus mendapatkan pukulan telak setelah dikalahkan oleh Liverpool dengan skor telak 3-1 di Anfiled Stadium, Minggu (16/12/2018) malam wib akhir pekan lalu.

Kekalahan tersebut tentu membuat para pendukung Manchester United merasa kecewa, termasuk salah satu pemain legenda Setan Merah, Ryan Giggs. Pria asal Wales berusia 45 tahun tersebut permainan para pemain United bahkan tidak mencerminkan kualitas mereka sebagai pemain top Eropa.

Kekecewaan tersebut tergolong sangat wajar mengingat performa Manchester United pada musim 2018/19 ini memang sangat mengecewakan. Bahkan Jose Mourinho sempat menjadi bulan-bulanan kritik dari sejumlah pihak maupun para fans.

Melihat hal tersebut, Giggs mengatakan sepatutnya seluruh pemain United juga wajib bertanggung jawab atas performa klub bermarkas di Old Trafford tersebut karena para pemain besar seperti Paul Pogba dan Romelu Lukaku juga tak mampu menunjukkan permainan terbaik mereka seperti saat membela timnas negara masing-masing di Piala Dunia 2018.

“Seperti yang semua orang tahu, Jose Mourinho memang merupakan seorang pengendali. Akan tetapi semua pemain juga turut wajib bertanggung jawab atas buruknya performa tim karena mereka tidak berhasil menunjukkan permainan terbaik mereka. Tim ini sebenarnya memiliki kualitas lebih baik karena para pemain yang ada berada di level tertinggi sepakbola.”kata Giggs.

“Manchester United sudah dikenal sebagai klub yang memiliki para pemain dengan standar yang tinggi. Akan dalam beberapa musim terakhir ini penurunan permainan para pemain tidak menunjukkan mereka berada di level tertinggi sepakbola. Pemain besar seperti Paul Pogba dan Romelu Lukaku tampil sangat baik di Piala Dunia 2018, namun ketika kembali keklub mereka tak mampu melakukan hal yang sama.”lanjutnya.

Tottenham Kunci Tiga Poin Tambahan Lewat Gol Semata Wayang Eriksen

Agenbolakaki.org – Memasuki pekan ke-17 Premier League 2018/19, Tottenham Hotspur berhasil menjadi salah satu tim yang berhasil mendulang kemenangan. Bertanding di Wembley, Sabtu (15/12/2018) malam wib kemarin, The Lilywhites berhasil menang tipis 1-0 atas Burnley.

Sebagai tuan rumah pada pertandingan tersebut, Tottenham Hostpur mampu tampil pede dan berhasil menguasai penguasaan bola dan jalannya pertandingan sejak menit awal. Bahkan Harry Kane dkk langsung melancarkan sejumlah serangan kedaerah pertahanan tim tamu.

Serangan demi serangan yang dilancarkan sempat memberikan peluang kepada Spurs pada menit ke-16 dan menit ke-18 lewat aksi Erik Lamela dan Lucas Moura, namun sayangnya Joe Hart yang mengawal gawang Burnley mampu tampil apik dan menggagalkan semua peluang tuan rumah.

Namun ketangguhan Joe Hart dibawah mistar gawang Burnley memang patut diacungi jempol dimana sejumlah peluang yang berhasil didapatkan oleh para pemain Spurs semuanya mampu dimentahkan dan pertandingan babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 0-0 tanpa gol.

Memasuki babak kedua pertandingan, jalannya laga masih hampir sama seperti babak pertama dimana tuan rumah Tottenham Hotspur masih lebih dominan pada penguasaan bola dan jalannya pertandingan. Akan tetapi satu hal yang terlihat dari para pemain Spurs adalah kurangnya kreativitas permainan membuat mereka sulit untuk membongkar pertahanan Burnley.

Meski demikian, skuad besutan Mauricio Pochettino sangat diwajibkan untuk meraih kemenangan pada laga tersebut untuk menjaga posisi mereka dari rival terdekat yakni Liverpool diposisi kedua klasemen sementara dan Manchester City sebagai pemimpin klasemen.

Tanggung jawab besar para pemain Tottenham kepada pendukung mereka tersebut membuat Kane dkk bekerja dengan sangat keras untuk mencuri kemenangan.  Gol yang ditunggu-tunggu baru terlahir jelang akhir pertandingan tepatnya dimenit ke-91 lewat gol Christian Eriksen yang berhasil memanfaatkan umpan Harry Kane didalam kotak penalti.

Gol semata wayang Eriksen di masa injury time tersebut berhasil memberikan tambahan tiga angka bagi Spurs dan membuat mereka berhasil mempertahankan peringkat ke-3 klasemen sementara dengan raihan 39 angka.